Sabtu, 08 Oktober 2011

Tanda Sukat dan Birama


Birama adalah ruas-ruas (ruang/kolom) yang membagi kalimat lagu kedalam ukuran-ukuran yang sama dan ditandai denganlambang hitungan atau bilangan tertentu.
Lambang hitungan ini disebut dengan Tanda Sukat, seperti 2/4; 4/4; dan lain sebagainya.
Misalnya pada tanda sukat 2/4 :
Jika
  • angka 2 diartikan sebagai pembilang
  • angka 4 diartikan sebagai penyebut
Maka
  • Pembilang (2) menunjukkan jumlah hitungan atau jumlah not (not tunggal atau not kelompok dalam setiap birama).
  • Penyebut (4) menunjukkan nilai not yang menjadi satuan hitungan.
Sehingga , tanda sukat 2/4 diartikan bahwa “di-dalam satu birama” = terdapat dua hitungan / dua not yang bernilai 1/4 (a)atauterdapat dua hitungan / dua kelompok not yang bernilai 1/4 (b).
Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar
[1]. Garis Birama
Ruas-ruas birama dipisahkan oleh garis vertikal yang disebut dengan garis birama, yang memiliki fungsi yang berbeda.
  • Garis birama ganda menandakan berakhirnya satu kalimat atau bagian lagu.
  • Garis birama penutup menandakan berakhirnya sebuah lagu.
  • Garis birama ganda (tebal) bertitik dua (:) menunjukkan pengulangan (repetisi).
Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar
[2]. Birama Gantung
Adalah awal lagu yang tidak penuh hitungannya. Misalnya pada lagu Burung Kakatua – yang bertanda “sukat 3/4″ yang berartiterdapat tiga hitungan dalam 1 birama. Dapat dilihat bahwa awal lagu (a) tersebut dimulai pada hitungan ketiga. Sehingga, pada birama penutup (b) akan terlihat bahwa hitungan tanda sukatnya tidak lengkap (hanya terdapat dua hitungan). Hal ini dikarenakan birama gantung tersebut tadi, dengan kata lain sudah lengkap ditambah birama gantung pada awal lagu. Lihat juga contoh 2 – lagu Kebunku.
Contoh 1
Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar
Contoh 2
Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar
____________________________
Semoga Bermanfaat
Salam :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar